makalah agama

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1    LATAR BELAKANG MASALAH

 

      Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.

 Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pesngertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

 

1.2    RUMUSAN MASALAH

              Dalam beragama adanya suatu kepercayaan yang harus diyakini sehingga bila seseorang yang memiliki keyakinan itu akan mengerjakan suruhan-Nya, tidak melanggar larangan-Nya dan merasa takut bila terjerumus dalam perbuatan dosa. Namun dewasa ini permasalahan yang timbul adalah sebaliknya. Sehingga ada beberapa rumusan masalah yang muncul,yaitu :

  1. Apa pengertian agama ?
  2. Sebutkan  macam-macam agama yang mayoritas dianut oleh masyarakat di Indonesia?
  3. Apa yang dimaksud dengan agama Islam ?

 

 

 

1.3    TUJUAN

 

Penelitian ini di laksanakan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :

  1. Mendeskripsikan pengertian agama secara.
  2. Macam-macam agama yang di anut oleh masyarakat Indonesia.
  3. Untuk mengetahui maksud dari agama Islam

 

1.4  MANFAAT

 

Hasil penelitian ini akan memberikan manfaat dalam proses pendidikan agama Islam yaitu :

  1. Memberikan pengetahuan tentang agama
  2. Memberikan pengetahuan tentang macam-macam agama yang di anut oleh masyarakat Indonesia
  3. Meningkatkan efektifitas pembelajaran pendidikan agama islam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Agama menurut bahasa Sansekerta berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Secara umum, agama adalah upaya manusia untuk mengenal dan menyembah Ilahi  upaya tersebut dilakukan dengan berbagai yang ditujukan kepada Ilahi.  

Secara khusus, agama adalah tanggapan manusia terhadap penyataan Tuhan Allah. Dalam keterbatasannya, manusia tidak mampu mengenal Tuhan Allah, maka Ia menyatakan Diri-Nya dengan berbagai cara agar mereka mengenal dan menyembah-Nya. Jadi, agama datang dari manusia, bukan Tuhan Allah. Makna yang khusus inilah yang merupakan pemahaman iman Kristen mengenai Agama.

            Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

 

2.2 Macam-macam Agama yang Dianut di Indonesia

Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “KeTuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya. Pada tahun 2010, kira-kira 85,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 9,2% Protestan, 3,5% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% Buddha.

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “Tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

  1. Islam

Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Sedangkan di wilayah timur Indonesia, persentase penganutnya tidak sebesar di kawasan barat.  Sekitar 98% Muslim di Indonesia adalah penganut aliran Sunni.  Sisanya, sekitar dua juta pengikut adalah Syiah berada di Aceh.

  1. Kristen Protestan

     Di Indonesia, terdapat tiga provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua, Ambon,dan Sulawesi Utara dengan 90%,91%,94% dari jumlah penduduk.

  1. Hindu

Menurut catatan, jumlah penganut Hindu di Indonesia pada tahun 2006 adalah 6,5 juta orang), sekitar 1,8% dari jumlah penduduk Indonesia, merupakan nomor empat terbesar. Sekitar 93 % penganut Hindu berada di Bali. Selain Bali juga terdapat di Sumatera, Jawa, Lombok, dan pulau Kalimantan.

  1. Budha

            Menurut sensus nasional tahun 2000, kurang lebih dari 2% dari total penduduk Indonesia beragama Buddha, sekitar 4 juta orang Kebanyakan penganut agama Buddha berada di Jakarta, walaupun ada juga di lain provinsi seperti Riau, Sumatra Utara dan Kalimantan Barat.

 

  1. Kristen Katolik

Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil dibandingkan para penganut Protestan. Mereka kebanyakan tinggal di Papua dan Flores. Selain di Flores, kantung Katolik yang cukup signifikan adalah di Jawa Tengah, yakni kawasan sekitar Muntilan, Magelang, Klaten, serta Yogyakarta. Selain masyarakat Jawa, iman Katolik juga menyebar di kalangan warga Tionghoa-Indonesia.

  1. Konghucu

Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara. Berbeda dengan agama yang lain, Konghucu lebih menitikberatkan pada kepercayaan dan praktik yang individual, lepas daripada kode etik melakukannya, bukannya suatu agama masyarakat yang terorganisir dengan baik, atau jalan hidup atau pergerakan sosial. Di era 1900-an, pemeluk Konghucu membentuk suatu organisasi, disebut Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) Jakarta.

 

Ada juga kepercayaan lain di Indonesia yaitu :

  1. Yahudi
  2. Baha’i
  3. Kristen Ortodoks

 

2.3 Agama Islam

Islam (Arab: al-islām: “berserah diri kepada Tuhan“) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Tuhan”, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan.

 

Nama Islam demikian itu memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya. Kata Islam tidak mempunyai hubungan dengan orang tertentu atau dari golongan manusia atau dari suatu negeri. Kata Islam adalah nama yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Sebagaimana  dikatakan :
Artinya:
“Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah di sisinya adalah agama islam”

(QS. Ali Imron : 19)
Nama “Allah” tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana disampaikan dalam al-Qur’an dikatakan:

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (Asy-Syu’ara’ [42]:11)

Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui al-Quran :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku”. (Ta Ha [20]:14)

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Segala apa yang ada di  alam ini ada yang menciptakan, kehidupan itu tidak terjadi terjadi dengan tiba-tiba, tetapi ada yang menjadikan. Perkataan itu bukan hanya dibuat manusia dan  ahli-ahli agama, seperti tuduhan sebagian ahli falsafah, tetapi memang sudah begitu jadinya, memang sudah kebetulan dan dijadikan oleh Yang Maha Menjadikan tiba-tiba.

3.2 Saran

Semoga apa yang kita bahas dalam makalah ini bisa kita jadikan sebagai pelajaran dan wawasan baru dalam menjalani kehidupan beragama baik di dunia maupun di akhirat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Hedayetullah, Muhammad.2006. Dynamics of Islam: An Exposition. Trafford Publishing. ISBN 978-1-55369-842-5.

Parrinder, Geoffrey.1971. World Religions: From Ancient History to the Present. Hamlyn Publishing Group Limited. ISBN 0-87196-129-6.

Turner, Colin (2006). Islam: the Basics. Routledge (UK). ISBN 0-415-34106-X.

Berkshire Encyclopedia of World History.2005. Ed. William H. McNeill, Jerry H. Bentley, David Christian. Berkshire Publishing Group. ISBN 978-0-9743091-0-1.

Ali, Mohammad.2005.Pendidikan Agama Islam.Jakarta:Grafindo. 

 

 

 

Satu pemikiran pada “makalah agama

  1. semoga menjadi manfaat bagi anda semua …

    gud luck all !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s